Minggu, 13 Juli 2014

This is My Holiday, How About Yours?

Assalamualaimum..
Hari ini adalah hari ke sekian liburan (ga tau hari ke berapa) yang pasti sekarang tanggal 14 Juli dan itu artinya sudah H-19 masa liburan berakhir, dan post ini merupakan postingan pertama saya selama liburan *ketahuan jarang buka blog*

Mau curhat dikit. Ceritanya gini... Sekarang adalah hari senin dan kedua orang tua gue pada kerja. Seharusnya sih, kalau kakak cowo dan adek cewe gue udah pada libur, kami bisa bertiga di rumah. Namun berhubung jadwal libur dari sekolah kami yang beraneka ragam.. Kak Abi (kakak cowo gue) masih kuliah di Makassar dan shabrina alias bibin (adek cewek gue) masih belajar di sekolahnya di Bontang, otomatis gue siswa SMARIDASA yang Alhamdulillah liburnya udah dari kapan tau dan masuknya juga masih kapan tau, jadi sendirian di rumah.

Rasanya sendirian di rumah itu ... bisa bayangin sendiri rumah yang terdiri dari benerapa kamar dan ruangan, gaada manusia lain selain diri sendiri. Sebentar sebentar nengok ke belakang mastiin gaada yang lagi menatap nanar ke arah gue. Sebentar sebentar lirik kanan lirik kiri takut ada 'sesuatu'. Dan yang paling menyebalkan adalah ketika tiba tiba terdengar suara dari arah belakang rumah, atau di bagian atas rumah, atau di bagian bagian yang gelap "ckckckc" cicak.

Tv adalah teman paling setia, dari dinihari gue nonton bola sampe sekaran belum juga istirahat demi nemenin gue. Tapi makin naik posisi matahari makin gajelas apa yang mau ditonton. Bosaaaaan._.

*baca dengan nada bicara ala film film horor misteri ya*
Akhirnya. Untuk mengisi kekosongan. Kekosongan hati. Eh salah. Kekosongan waktu. Gue. Memutuskan. Untuk... jeng jenggg. Apaansih sok asik ah.
Gue akhirnya ngambil secarik kertas dan beberapa alat tulis, memulai menggambar dan hasilnya...

Kalo diperhatiin ga jelek jelek amat kan ya, yah walaupun ini ngegambarnya otodidak binti amatir heheee.

Sudah, sekian dulu postingan gue hari ini. Sekarang gue mau cari kerjaan lain biar ga bosen. Terima kasih sudah membaca blog gue yahhh
Wibillahitaufik wal hidayah, waridho wal innayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. *yang ga jawab nanti dosa loo*

See ya!

Selasa, 24 Juni 2014

Jangan menangis, sayang..

Hari ini malam terakhir bermalam di asrama sebelum libur panjang. Awalnya aku pikir gaada yang spesial. Aku terlanjur terlarut dengan segala hal yang sedang beriak di kepalaku sampai ga sadar, kalau sebentar lagi kita akan bertemu bulan ramadhan dan besok sudah liburan. Ga ada lagi sahur bareng di kantin sambil ngantuk ngantuk, ga ada lagi buka puasa bareng di masjid, makan malam, dan semua rutinitas yang biasa aku dan teman teman lakukan bersama di asrama.

Apel malam selesai, seluruh siswa saling bersalam salaman memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga dengan begini Ramadhan kita menjadi berkah dan dilancarkan oleh Allah, amin...

Tangan demi tangan kujabat, bahu demi bahu kurangkul, berpelukan, berciuman pipi, masih terasa biasa saja. Toh aku gaada musuhan sama temen temen, pikirku. Sampai akhirnya bertemu dengan ces, seketika flashback ke masa masa hut smaridasa ke-15... langsung sadar kalau banyak salah sama dia, maafin aku ces.. responnya kaku, terasa masih ada yang mengganjal di hatinya, terlebih sejak di pesawat kemarin. Aku peluk ces, dan saat itu juga air mata mengalir dengan derasnya..

"Udah fin, manusia kan ga ada yang sempurna. Semua pasti pernal punya salah.. udah gapapa, maafin aku juga yah. Jangan nangis"
Emangsih kalimatnya mainstream abis, tapi jadi ngena karena nada suaranya yang *insyaallah semoga aku ga kegeeran* ikhlas..

Langsung ngerasa bodoh, aku udah nyakitin perasaan seseorang demi orang lain dan setelah itu aku malah nyakitin orang lain ini karena orang lain yang lain.

Yaudalah itu masa lalu, yang penting sekarang semua sudah selesai dengan baik.. bisa diambil pelajaran untuk menjadi prbadi yang lebih baik.

Dari kejadian itu aku sadar pasti banyak banget kesalahan kesalahan yang pernah aku lakukan yang pastinya ga disengaja (manaada sih orang yang berniat dan sengaja melakukan kesalahan. Right?)

Jadi, pada kesempatan ini aku mau meminta maaf dari teman teman, ibu bapak guru, dan semua yang membaca tulisan ini. Aku minta maaf bukan karena ini mau puasaan, tapi karena aku memang sadar kalau aku manusia yang tentunya ga luput dari dosa. Dan berhubung momennya pas, mari kita saling memaafkan satu sama lain. semoga ibadah kita dilancarkan dan diterima oleh Allah swt... semoga kita menjadi pribadi yang baik di mata Allah, Amin :)

Rabu, 18 Juni 2014

Puisi Belajar dari Suramadu

Belajar dari Suramadu

Melaju terus
Melintasi laut
Menyebrang pulau
Karya anak muda negeriku
Jembatan Suramadu

Belajar dari selintas jembatan
Jarak bukan lagi hambatan
Karna selalu ada jalan
Untuk menyingkirkan halangan
Untuk menuju persatuan

Surabaya, 18 Juni 2014. 15:31 WIB

Selasa, 17 Juni 2014

School Project

Hey hey, Assalamualaikum Wr.Wb
Pertama tama saya ingin mengucapkan selamat tanggal 18, yaudasih ._.
Sebenarnya hari ini sampai tanggal 25 nanti masih termasuk hari belajar, sekolah memberi tugas untuk membuat sebuah project yang boleh dikerjakan sendiri maupun berkelompok sebagai syaratpengambilan KHS.

Nah, berhubung ada sebagian siswa (termasuk saya) ikut dalam program study tour dan tidak lepas dari tugas tersebut, jadi saya bersama teman saya yang bernama Masriyani berniat mengerjakan tugas dengan tema yang berkaitan dengan tempat-tempat yang kami kunjungi selama study tour.

Niatnya sih saya akan membuat puisi dan Yani akan membuat gambar dan kami akan berkolaborasi menciptakan sebuah project yang *uhuk bingung nyebutnya apa*

Berhubung ini masih di bandara jadi rempong kalo ngeblog banyak banyak, nantikan project kami ya!

Minggu, 15 Juni 2014

Puisi Tentang Negeri

Masih Ada Harapan

Hari sudah senja
Sebentar lagi sang malam akan tiba
Aku masih duduk selonjor di bangku teras
Menyaksikan matahari
Yang perlahan-lahan menghilang

Sembari merenung,
Kubiarkan udara malam menerjang pikiranku
Melintas membawa kembali hal-hal yang terlupakan

Seketika aku menggigil menyadari kepayahanku
Malu dengan diriku sendiri
Bagaimana bisa aku masih bersantai
Sedangkan waktu terus melaju
Bagaimana bisa aku masih berdiam diri
Di tengah negeri yqng semakin renta ini
Akankah masih ada harapan?

Bak siang yang berganti malam
Negeri ini perlahan terasa semakin gelap
Bak siang yang berganti malam
Negeri ini kedinginan
Bak siang yang berganti malam
Negeri ini dilanda kehampaan
Bak siang berganti malam
Apakah masih ada harapan?

Seketika aku menggigil menyadari kepayahanku
Bukankah aku ini generasi muda?
Bebanku semakin berat, negeri ini bergantung padaku
Bagaimana bisa aku
Menerangi
Menghangatkan
Mewarnai negeriku
Sedangkan aku belum apa apa
Apakah masih ada harapan?

Malam yang tadinya dingin tiba-tiba terasa panas mencekik
Aku resah
Aku gelisah
Segera aku masuk dan bersiap
Aku akan berjuang melawan kegelapan
Sebelum negeriku benar-benar jatuh, terpuruk, dan hancur
Bukankah masih ada harapan?

Kamis, 29 Mei 2014

Teluk Lombok dan Secuil Kenangan di Dalamnya (2)


Bismillah.
hari ini sebenarnya H-3 ujian semester genap. Entah apa yang mendorongku melakukan ini, tapi pada akhirnya jemariku tergerak untuk mengetik kata demi kata yang kini kamu baca. 

sesuai janji di postingan sebelumnya (Teluk Lombok dan Secuil Kenangan di Dalamnya) , aku mau melanjutkan cerita nih..

Kembang api yang tadinya meramaikan langit tahun baru perlahan-lahan tak lagi terlihat. Mungkin penduduk setempat sudah kehabisan stok kembang api yang harus dibeli di kota, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 01.27. Siapa juga yang jual kembang api jam segitu? siapa juga yang mau beli?

Masih sambil menikmati jagung bakar di dekat perapian, aku memandang jauh ke pantai yang ternyata semakin surut.

Shabrina, adikku yang luar biasa menyukai hal-hal yang berhubungan dengan hewan mengajak aku dan yanda turun ke pantai untuk sekedar jalan-jalan menikmatu hawa sejuk. dia bilang sih begitu, nyatanya untuk menemani dia berburu kelomang, kepiting, bintang laut, dan hewan pantai lainnya.

Ga terasa kami berjalan ke tengah, jauh dari sisi pantai. Angin semakin kuat berhembus, air perlahan lahan naik. Gerimis pun melengkapi rasa kedinginan kami. seketika kami jadi manusia dengan sebutan "butuh kehangatan" . kami pun memutuskan untuk kembali.

lelah. aku pun masuk ke dalam rumah singgah dan dengan mudah terlelap begitu saja. diikuti Shabrina yang tanpa kusadari kedatangannya tiba-tiba udah nemplok di sampingku. kami tertidur pulas, hingga pagi menjelang ...

Sudah pagi. sudah benar-benar 2014. aku mengawali hariku dengan segelas teh hangat buatan bunda. usai mengisi perut alias sarapan, kami menyiapkan diri untuk bermain. bermain air, bermain pasir, bermain lah pokoknya.

Belum lengkap rasanya kalo ke pantai tapi ga nyobain water sport yang ada disitu. Berhubung masih pagi dan yang ada baru banana boat, akhirnya kami main banana boat. Sebenarnya masih ada wahana lain seperti flying fish, kano, dan sebagainya. Tapi ya itu, belum buka. Mungkin yang punya bukan penganut kepercayaan yang bilang kalo kesiangan "rejeki dipatok ayam"

Selesai sudah cerita tentang pantai teluk lombok. Sebenernya ga asik kalau cuma diceritain, serunya kalau datang langsung. Jadi kalau ada kesempatan, ga ada salahnya kan main main ke Sangatta?  :)